Jump to Navigation

EFEKTIVITAS BLADDER TRAINING DALAM MENCEGAH TERJADINYA INKONTINENSIA URINE PADA PASIEN LANJUT USIA YANG TERPASANG KATETER URINE

Halina Rahayu1, Sarliana1

 

Abstrak

 

Dampak dari peningkatan jumlah penduduk lansia adalah munculnya berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang lazim dialami oleh lansia adalah inkontinensia urin [6].Gangguan ini ditandai dengan hilangnya sensasi saat berkemih, sehingga penderita tidak dapat merasakan berkemih. Gangguan ini disebabkan oleh lemahnya  otot-otot sfingter (otot-otot yang mengendalikan pembukaan kandung kemih) baik karena proses penuaan maupun akibat penyebab lainnya seperti over aktivitas kandung kemih, pembesaran kelenjar prostat, infeksi saluran kemih dan stroke [5]. Lebih dari 25 persen orang yang berusia di atas 60 tahun menderita inkontinensia [14]. Pada pasien lansia yang dirawat mangalami penurunan mobilitas dan terpasang kateter urine, resiko inkontinensia akan meningkat.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas bladder training dalam mencegah terjadinya inkontinensia urin pada pasien lansia yang terpasang kateter. Penelitian ini adalah  penelitian eksperimental dengan desain post test control group (randomized controle trial). Sampel penelitian adalah pasien lansia terpasang kateter yang dirawat di RSUD Dr Abdul Azis Singkawang dan RSUD Pemangkat Kabupaten Sambas dengan jumlah 60 orang (dihitung berdasarkan rumus estimasi jumlah sampel uji hipotesis terhadap 2 proporsi) yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penentuan sampel untuk masing-masing kelompok dilakkan dengan metode random alokas (randomisasi). Pada kelompok perlakuan dilakukan bladder training setiap hari selama responden terpasang kateter, sedangkan pada kelompok kontrol dilakukan perawatan kateter rutin. Setelah perlakuan pada kedua kelompok dilakukan post test untuk menilai kejadian inkontinensia urine.

Data proporsi inkontinensia urine (nominal) pada kedua kelompok akan dianalisis dengan uji statistik Chi square dengan nilai a ≥ 0,05. Uji statistik menunjukkan nilai probablitas sebesar 0,049 yang membuktikan adanya pengaruh signifikan blader training terhadap kejadian inkontinensia urine pada pasien lansia terpasang kateter urine.

Nilai kepentingan klinik hasil penelitian menunjukkan absolute risk reduction (ARR) sebesar 0,26 yang menunjukkan jika bladder training digunakan sebagai latihan bladder bagi pasien lansia terpasang kateter, maka beda kejadian inkontinensia urine antara pasien yang dilakukan Bladder training dengan perawatan kateter standar adalah sebesar 26%. Nilai relative risk reduction (RRR) sebesar 0,6 menunjukkan jika bladder training digunakan sebagai latihan bladder bagi pasien lansia terpasang kateter, maka jumlah kejadian inkontinensia urine dapat diturunkan sebesar 60% dari sebelumnya. Nilai NNT sebesar 4 menunjukkan bahwa diperlukan intervensi bladder training kepada 4 orang pasien lansia terpasang kateter urine untuk mencegah terjadinya 1 kejadian inkontinensia urine.

 

Kata kunci: bladder training, incontinensia urine, lanjut usia

 

¹ Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Pontianak

tahun: 
2 011


Main menu 2

by Dr. Radut