Jump to Navigation

PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK

POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

 

 

UNIT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

TAHUN 2015

 

DAFTAR ISI

 

 

 

Hal.

 

Halaman sampul

............

i

Daftar isi

............

3

Kata pengantar

............

4

Bab I. Pendahuluan

............

5

Bab II. pengelolaan KKN Tematik

............

12

Bab III. Tahapan Kegiatan KKN Tematik

............

22

Bab IV. Evaluasi Program KKN Tematik

............

26

Lampiran-Lampiran

 

 

  1. Gambaran umum kec. Rasau Jaya

............

28

  1. Format laporan

............

44

  1. Daftar nama kades dan kadus

............

48

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat serta Ridho-Nya, sehingga penyusunan buku “Pedoman KKN Tematik 2015” Poltekkes Kemenkes Pontianak dapat diselesaikan dengan baik.

Buku pedoman ini memuat petunjuk pelaksanaan KKN Tematik yang ditujukan untuk membantu kelancaran kegiatan berbagai komponen penyelenggara : kepanitiaan, Dosen Pembimbing Lapangan serta peserta (mahasiswa). Diharapkan, keberadaan buku ini menjadi pelengkap dalam menginterpretasikan keterpaduan berbagai pihak antara lain jurusan di Poltekkes Kemenkes Pontianak, lembaga pemerintah, swasta, tokoh masyarakat serta mitra kerja dalam upaya peningkatan dan pemberdayaan kesehatan masyarakat.

Disadari, tujuan ideal tersebut masih jauh dari harapan, mengingat keterbatasan sumber daya (Poltekkes Kemenkes Pontianak) serta kompleksitas permasalahan kesehatan di lapangan (propinsi Kalbar). Kontribusi produktif dari berbagai pihak berupa sumbangsih kritik dan saran sangat dibutuhkan dalam penyempurnaan buku ini.

Semoga kegiatan KKN Tematik ini dapat bermanfaat serta meningkatkan kualitas kegiatan dari tahun ke tahun dan membantu upaya pencapaian kesejahteraan masyarakat. Amin.

 

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

 

 

Pontianak,   Januari 2015

 

Ketua UPPM,

Poltekkes Kemenkes Pontianak

 

 

 

Aryanto Purnomo, SKM, M.KM

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1. LATAR BELAKANG

 

Undang-Undang  RI  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem Pendidikan Nasional, pada Pasal 20 ayat  2  dinyatakan:  ”Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat”. Pada Pasal 24 ayat 2 disebutkan:”Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian masyarakat”.

Program pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu program yang wajib dilaksanakan, baik oleh dosen maupun oleh mahasiswa, dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip : kompetensii akademik, jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), dan profesional, sehingga dapat menghasilkan program pengabdian kepada masyarakat yang bermutu, relevan, dan sinergis dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai salah bentuk kegiatan tridharma perguruan tinggi. Seiring dinamika masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun dunia global, maka program KKN di Poltekkes Kemenkes Pontianak diarahkan pada pola KKN Tematik berbasis pemberdayaan masyarakat.

KKN Tematik adalah program KKN dengan fokus yang spesifik yang mempunyai relevansi dengan program pembangunan daerah atau pemerintah pusat, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan relevan dengan visi, misi, renstra, kepakaran, dan IPTEKS yang dimiliki Poltekkes Kemenkes Pontianak.

 

  1. PRINSIP DASAR DAN PELAKSANAAN KKN TEMATIK

2.1. PRINSIP DASAR

 

Seperti pola KKN sebelumnya, KKN Tematik Poltekkes Kemenkes Pontianak dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip :

 

  1.  Keterpaduan aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi : aspek pendidikan dan pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis penelitian menjadi landasan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan tolak ukur evaluasi KKN Tematik.

 

  1. Pencapaian Tiga Manfaat Utama KKN Tematik : KKN Tematik

dilaksanakan untuk mencapai pengembangan kepribadian mahasiswa (personality development), pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan pengembangan institusi (institutional development).

 

  1. Empati - Partisipatif : KKN Tematik dilaksanakan untuk menggerakkan masyarakat dalam pembangunan melalui berbagai kegiatan yang dapat melibatkan, mengikutsertakan, dan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan. KKN Tematik dilaksanakan secara interaktif dan sinergis antara mahasiswa dan masyarakat. Konsekunsinya, keterlibatan kedua belah pihak dalam satiap kegiatan mutlak diperlukan. Keterlibatan itu dimulai sejak perncanaan program kegiatan lapangan, pelaksanaan, dan pengusahaan pendanaan.Untuk itu para mahasiswa dan pengelola KKN Tematik harus mampu mengadakan pendekatan sosio-kultural terhadap masyarakat sehingga lebih kooperatif dan partisipatif.

 

  1. Aspek Interdisipliner : KKN Tematik dilaksanakan oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan Poltekkes dan pelaksanaanya dikoordinasikan oleh UPPM. Dalam operasionalnya mahasiswa mengembangkan mekanisme pola pikir dan pola kerja interdisipliner untuk memecahkan permasalahan yang ada di lokasi KKN-Tematik.

 

  1. Komprehensif-Komplementatif dan berdimensi luas : KKN Tematik berfungsi sebagai pengikat, perangkum, penambah dan pelengkap kurikulum yang ada. Dengan demikian diharapkan mahasiswa mampu mengaktualisasikan diri secara profesional dan proporsional.

 

  1. Realistis-Pragmatis : Program - program kegiatan yang direncanakan pada dasarnya bertumpu pada permasalahan dan kebutuhan nyata di lapangan, dapat dilaksanakan sesuai dengan daya dukung sumber daya yang tersedia di lapangan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 

  1. Environmental development : KKN Tematik dilaksanakan untuk melestarikan dan mengembangkan lingkungan fisik dan sosial untuk kepentingan bersama.Tematik mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada di masyarakat sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Dengan harapan masyarakat mampu berswadaya, berswakelola dan berswadana dalam pembangunan.

 

Mengacu pada prinsip-prinsip tersebut, maka diharapkan mahasiwa KKN Tematik mampu mengidentifikasi permasalahan secara cermat yang ada di masyarakat dan bersama masyarakat menyusun langkah penyelesaiannya sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Dengan harapan, masyarakat mampu berswadaya, berswakelola, dan berswadana dalam pembangunan.

 

2.2. PRINSIP PELAKSANAAN

 

Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik dilakukan dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. Co-creation (gagasan bersama): KKN Tematik dilaksanakan berdasar pada suatu tema dan program yang merupakan gagasan bersama antara Poltekkes (dosen, mahasiswa) dengan pihak Pemerintah Daerah (Lingkungan, Desa atau Kecamatan), mitra kerja dan masyarakat setempat.

 

  1. Co-financing/co-funding (dana bersama): KKN Tematik dilaksanakan dengan pendanaan bersama antara mahasiswa pelaksana, Poltekkes dengan pihak Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat setempat, disesuaikan dengan tema dan program yang telah disepakati.

 

  1. Flexibility (keluwesan): KKN Tematik dilaksanakan berdasarkan pada suatu tema dan program yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat dalam proses pembangunan di daerah. Mahasiswa dapat memilih tema dan waktu pelaksanaan KKN Tematik yang ditawarkan Poltekkes sesuai dengan keinginannya.

 

  1. Sustainability (berkesinambungan): KKN Tematik dilaksanakan secara berkesinambungan berdasarkan suatu tema dan program yang sesuai dengan tempat dan target tertentu.

 

  1. KKN Tematik sedapat mungkin dilaksanakan berbasis riset (Research based Community Services).

 

  1. TUJUAN, KHALAYAK SASARAN, DAN MANFAAT 3.1. Tujuan Umum

 

Sebagai program kurikuler, pelaksanaan KKN Tematik sebagai transformasi pola KKN di Poltekkes Kemenkes Pontianak mempunyai tujuan :

  1. Meneruskan mata kuliah KKN sebagai persyaratan wajib mahasiswa D3/D4 pada Perguruan Tinggi di Poltekkes Kemenkes Pontianak.
  2. Mentransformasi pola KKN Reguler dengan paradigma berbasis pembangunan (development) menjadi KKN berbasis pembelajaran dan pemberdayaan (learning and empowerment).
  3. Menerapkan KKN Tematik sebagai pola KKN baru di Poltekkes Kemenkes Pontianak.
  4. Melatih mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, dan teknologi yang diperoleh di bangku kuliah untuk diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di masyarakat,
  5. Melatih dan mengembangkan softskills dan karakter mahasiswa,
  6. Melatih mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat khususnya di lokasi KKN, sehingga mahasiswa memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat.
  7. Menyiapkan calon pemimpin bangsa yang berpihak kepada kejujuran, keadilan, dan kebenaran

 

 

 

  1. Tujuan Khusus

 

Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat maka KKN Tematik memiliki tujuan khusus sebagai berikut :

  1. Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa.
  2. Melaksanakan terapan Ipteks, secara teamwork dan interdisipliner kepada masyarakat.
  3. Melatih dan menanamkan nilai kepribadian mahasiswa :
    • Nasionalisme
    • Keuletan, etos kerja dan tangung jawab
    • Kemandirian, kepemimpinan
    • Menanamkan jiwa peneliti
    • Eksploratif dan analisis
    • Mendorong learning community dan learning society.
  4. Melatih mahasiswa dalam memecahkan masalah pembangunan di masyarakat, serta menggali berbagai kondisi masyarakat sebagai umpan balik (feed back) bagi Poltekkes dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi.
  5. Melatih mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi suatu program di masyarakat.

 

3.3. Khalayak Sasaran

 

Sasaran KKN Tematik adalah masyarakat umum mulai pranata sosial yang kecil (RT, RW, Lingkungan, dan desa/kelurahan), masyarakat industri terutama kelompok pengusaha mikro, kecil dan menengah, serta pemerintah daerah.

 

3.4. Manfaat

 

KKN Tematik diharapkan dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa, masyarakat dan pemerintah daerah, perguruan tinggi sebagai berikut :

 

  1. Mahasiswa

 

  1. Memperdalam pengertian terhadap cara berfikir dan bekerja secara interdisipliner sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan kaitan dan kerjasama antar sektor.
  2. Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipelajari bagi pelaksanaan pembangunan.
  3. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa terhadap seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan masyarakat.
  4. Mendewasakan cara berfikir serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah secara pragmatis ilmiah.
  5. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara interdisilipliner atau antar sektor.
  6. Membina mahasiswa menjadi motivator, dinamisator dan problem solver
  7. Memberikan pengalaman belajar sebagai kader pembangunan sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan masyarakat
  8. Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan, merumuskan dan memecahkan masalah secara langsung akan lebih menumbuhkan sifat profesionalisme pada diri mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian, tanggung jawab maupun rasa kesejawatan

 

  1. Masyarakat, Mitra dan Pemerintah Daerah

 

  1. Memperoleh bantuan pemikiran, tenaga, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan
  2. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan dan melaksanakan pembangunan
  3. Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan
    1. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di dalam masyarakat sehingga terjamin kelanjutan upaya pembangunan
    2. Memanfaatkan bantuan pemikiran mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan yang berada di bawah tanggung jawabnya.
    3. Memajukan institusi
  1. Menjadikan dunia industri sebagai subyek transfer knowledge melalui transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
    1. Terbentuknya link and mach antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia usaha/industri sebagai stakeholder.
    2. Terciptanya sinergitas dalam penerapan inovasi baru bagi kalangan dunia industri sebagai alternatif dalam pemecahan

masalah.

  1. Dapat membantu dunia industri dalam mengatasi masalah administratif maupun yang bersifat managerial.
    1. Mengembangkan dan memajukan industri

 

  1. Perguruan Tinggi

 

  1. Memperoleh umpan baik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswanya dengan proses pembangunan ditengah-tengah masyarakat sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan pembangunan ilmu pengetahuan yang diasuh diperguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata dari pembangunan.
  2. Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.
  3. Memperoleh hasil kegiatan mahasiswa, dapat menelaah dan merumuskan keadaan/ kondisi masyarakat yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntutan nyata
  4. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan instansi terkait atau departemen lain melalui kerjasama mahasiswa yang melaksanakan KKN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENGELOLAAN KKN TEMATIK

 

A. LEMBAGA PENGELOLA

 

Penyelenggaraan KKN Tematik dikoordinasikan oleh Ketua dan Sekretaris UPPM Poltekkes Kemenkes Pontianak dan dilaksanakan oleh Ketua Pusat Pelayanan KKN Tematik yang dibantu oleh Sekretaris, Divisi Kerjasama, Divisi Operasional dan Monitoring, dan Divisi Pembekalan dan Evaluasi.

 

1.   Ketua KKN Tematik dibantu Sekretaris

 

Ketua Pusat Pelayanan KKN Tematik dibantu Sekretaris memiliki tugas dan wewenang :

  1. Merencanakan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi serta mengembangkan pelaksanaan KKN Tematik
  2. Menyusun laporan pelaksanaan setiap periode KKN Tematik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada ketua UPPM

 

  1. Divisi Kerjasama

 

Divisi Kerjasama dan Pengembangan Tema memiliki tugas dan wewenang :

  1. Merencanakan dan melakukan kerjasama dengan mitra kerja dalam penerapan dan pengembangan IPTEKS, baik dilingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak maupun pemerintah (pusat/daerah), swasta dalam dan luar negeri
  2. Menjalin kerjasama dengan pihak internal dan eksternal dalam rangka penerapan dan pengembangan IPTEKS dan pemberdayaan serta penguatan potensi masyarakat
  3. Merencanakan dan mengembangkan tema untuk program KKN Tematik yang terkait dengan kerjasama dengan pihak

internal/eksternal dalam rangka penerapan dan pengembangan IPTEKS

  1. Inventarisasi dan memformulasikan hasil-hasil KKN Tematik untuk tema-tema riset

 

3.   Divisi Operasional dan Monitoring

 

Divisi Operasional dan Monitoring memiliki tugas dan wewenang:

  1. Menyusun perencanaan dan pelaksanaan operasional KKN Tematik yang meliputi :  
    1. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan KKN Tematik
    2. Menentukan   lokasi   dan   mengurus   perizinan   dan koordinasi dengan Pemda/pihak terkait sesuai dengan tema KKN Tematik
    3. Mengkoordinasikan tahapan operasional KKN dengan mahasiswa, dosen pembimbing lapangan (DPL), dan pihak pemda setempat.  

 

  1. Menyusun perencanaan dan pelaksanaan monitoring program KKN Tematik, meliputi:
    1. Menyusun borang dan melakukan monitoring program kerja KKN Tematik untuk keperluan evaluasi keberhasilan program KKN Tematik.
    2. Melakukan monitoring pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen pembimbing/Tim pengelola KKN Tematik

 

  1. Divisi Pembekalan dan Evaluasi.

 

Divisi Pembekalan dan Evaluasi memiliki tugas dan wewenang:

  1. Menyusun perencanaan dan pelaksanaan pembekalan KKN Tematik, meliputi :
    1. Menyusun materi pembekalan untuk mahasiswa sesuai tema KKN Tematik bersama dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL)
    2. Merencanakan dan melaksanakan pembekalan kepada mahasiswa peserta KKN Tematik bersama dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL).  

 

  1. Menyusun perencanaan dan pelaksanaan evaluasi akademik mahasiswa KKN Tematik, meliputi :
    1. Menjadwalkan tahapan evaluasi pelaksanaan KKN Tematik yg dilakukan oleh mahasiswa
    2. Menilai proses pembekalan mahasiswa KKN Tematik
    3. Menyusun form evaluasi pelaksanaan KKN Tematik yg dilakukan oleh mahasiswa
    4. Melakukan evaluasi kedisiplinan dan akademik kegiatan mahasiswa pelaksanaan KKN Tematik yg dilakukan oleh mahasiswa dilokasi dan mengkoordinasikan dengan hasil evaluasi dosen pembimbing, mitra dan aparat pemda.  

 

  1. TATA LAKSANA PENGELOLAAN a. Status dan Beban Akademik

 

KKN Tematik menjadi intrakurikuler pendidikan tinggi dan merupakan persyaratan wajib bagi mahasiswa Program (D3/D4). Status KKN Tematik di Poltekkes Kemenkes Pontianak dalam satuan kurikulum dikategorikan sebagai mata kuliah tersendiri yang dilaksanakan setelah mahasiswa memperoleh sekurang-kurannya 118-120 SKS (Satuan Kredit Semester).

Program KKN ini termuat dalam kurikulum program D3/D4 termasuk kelompok mata kuliah umum (MKU) dengan bobot 3 (1-2) SKS. Besarnya beban akademik ini diperoleh dari perhitungan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam pelaksanaan KKN sebagai berikut :

 

a. Tahap Persiapan/ Pembekalan(Setara 1 SKS)

Mahasiswa diwajibkan secara berkelompok mengajukan proposal kegiatan KKN Tematik disetujui oleh Dosen Pembimbing Lapangan serta dikirim secara resmi ke UPPM. Selanjutnya mengikuti seminar dan pembekalan.

 

b. Tahap Pelaksanaan (Setara 2 SKS)

Mahasiswa diwajibkan melakukan semua kegiatan yang direncanakan bersama-sama kelompok masyarakat atau sasaran di lokasi KKN serta membuat laporan harian, mingguan dan laporan akhir. Tahap pelaksanaan ini sebesar 2 SKS dengan lama waktu pelaksanaan 256 jam (2 SKS x 8 jam kerja per hari x 16 kali pertemuan) setara selama 32 (tiga puluh dua) hari atau 4 (dua) minggu di lokasi KKN. Namun demikian pelaksanaan kegiatan KKN 1 hari dihitung 2 kali pertemuan yaitu siang dan malam, dengan proporsi 6 jam siang hari dan 2 jam malam hari, sehingga pelaksanaan KKN membutuhkan waktu 2 Minggu (4 Minggu : 2)

 

 

 

  1. Pelaksana

Pelaksana kegiatan KKN Tematik adalah

  1. Ketua / Sekretaris KKN Tematik dibantu Koordinator.
  2. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)
  3. Mahasiswa KKN Tematik

 

  1. Persyaratan

Persyaratan bagi mahasiswa yang akan mengikuti KKN Tematik antara lain :

  1. Mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa pada jenjang pendidikan D3/D4 semester Akhir.
  2. Mahasiswa telah merencanakan KKN dalam KRS
  3. Mahasiswa telah menempuh Sistem Kredit Semester (SKS) minimal 118-120  SKS
  4. Masing-masing kelompok beranggotakan minimal 10 orang mahasiswa dan maksimal 20 orang mahasiswa.

 

  1. RUANG LINGKUP DAN BIDANG KEGIATAN KKN TEMATIK

 

Berdasarkan pada substansi temanya, maka ruang lingkup KKN Tematik antara lain adalah:

  1. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendidikan
  2. Pemberdayaan Perempuan dan Kelompok Rentan
  3. Usaha Mikro Kecil dan Menengah
  4. Pengelolaan Lingkungan
  5. Peningkatan Kesehatan Masyarakat
  6. Kebencanaan
  7. Pemberantasan Buta Aksara

 

Berdasarkan luasnya cakupan dan dampak pengembangannya, ada 2 (dua) level tema KKN Tematik :

  1. Taraf lokal
  2. Taraf Nasional

 

Bidang kegiatan KKN Tematik dikelompokkan kedalam beberapa katagori, dan mahasiswa dapat mengambil atau memilih 1 atau lebih bidang kegiatan sesuai dengan kondisi permasalahan nyata di lokasii KKN dan kesanggupan mahasiswa untuk melakukannya. Kegiatan dalam setiap bidang KKN Tematik dapat bersifat : rintisan, pelengkap, penunjang maupun kelanjutan program.

 

Tabel 1. Bidang Kajian dan Rencana Kegiatan

No

Bidang Kajian

Rencana Kegiatan

1.

 Kesehatan Lingkungan

  1. Penyuluhan kesehatan umum
  2. Pembentukan kader sehat
  3.  Pembentukan UKS
  4. Kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit

dll

2.

 Keperawatan Gigi

  1. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
  2. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut

dll

3.

 Gizi

  1. Penyuluhan gizi dan bahan makanan
  2. Pembentukan UKGS
  3. Pembinaan UKGS 
  4.  Pembinaan penggunaan obat tradisional /TOGA
  5. Lomba bidang kesehatan untuk anak TK/SD
  6. Lomba bidang kesehatan untuk remaja
  7. Lomba bidang kesehatan untuk umum
  8. UKGM ( usaha kesehatan gizi masyarakat)
  9. Perbaikan gizi masyarakat
  10. Perbaikan gizi anak sekolah
  11. Pembinaan kader gizi

dll

4.

 Analis Kesehatan

  1. Penyuluhan tentang obat dan bahan aditif
  2. Pemeriksaan golongan darah

dll

5.

 Keperawatan

  1. Pembinaan dokter kecil
  2. Pelayanan kesehatan umum dan PPPK
  3. Donor darah massal
  4. Lomba balita sehat
  5. Khitanan massal
  6. Pembinaan UKS
  7. Pembinaan posyandu
  8. Pembinaan PKMD
  9. Pembinaan pos lansia
  10. Pembinaan polindes

dll

6.

 Kebidanan 

  1. Pembentukan posyandu
  2. Pembentukan posyandu lansia
  3. Pembinaan dukun beranak
  4. Senam kesehatan

Dll.

 

*program hanya contoh.

 

 

 

 

 

  1. PENDEKATAN PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN KKN Tematik

 

Pendekatan pelaksanaan program kegiatan KKN Tematik terdiri atas:

 

  1. Monodisipliner, yaitu program kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan 1 (satu) bidang program kegiatan dan tidak melibatkan bidang ilmu lainnya.

 

Contoh :

  • Seorang Mahasiswa Prodi Kebidanan melaksanakan program penyuluhan kesehatan ibu hamil
  • Seorang Mahasiswa kesehatan lingkungan melaksanakan program pembelajaran Pengelolaan sampah pada suatu sekolah di lokasi KKN.

 

  1. Interdisipliner, yaitu program kegiatan yang dilakasanakan berdasarkan minimal 2 (dua) bidang program kegiatan.

 

Contoh :

  • Mahasiswa Prodi Kebidanan mengadakan kegiatan Penyuluhan KIA. Hal ini merupakan program bersifat interdisipliner karena dapat melibatkan bidang program lain misalnya penyuluhan gizi seimbang oleh mahasiswa gizi, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak oleh mahasiswa keperawatan gigi
  • Mahasiswa Prodi Kesehatan Lingkungan mengadakan kegiatan daur ulang/pengolahan sampah. Hal ini merupakan program bersifat interdisipliner karena dapat melibatkan bidang program lain misalnya pemeriksaan kecacinganoleh mahasiswa Analis Kesehatan dan penyuluhan tentang penyakit infeksi kulit oleh mahasiswa Keperawatan.

 

 

 

 

 

 

 

E. MACAM PROGRAM KKN TEMATIK

 

Program individual mahasiswa KKN dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam program, yaitu:

 

  1. Program Pokok

 

Program Pokok adalah program yang dirumuskan sesuai dengan Bidang/Tema program (Proposal) yang telah disepakati Pihak Internal PT dan Pihak Eksternal (Pemda).

 

Program pokok merupakan program yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa KKN Tematik. Mahasiswa yang bersangkutan bertanggungjawab penuh atas program tersebut baik secara ilmiah maupun operasional (kegiatan lapangan).

 

  1. Program Tambahan

 

Program Tambahan adalah program yang sangat dibutuhkan masyarakat di luar bidang program yang telah disepakati dan di luar bidang Ilmu kelompok kerja mahasiswa KKN.

 

Program Tambahan merupakan program yang menjadi tanggungjawab seorang mahasiswa KKN Tematik, di luar bidang ilmu dan temanya. Hal ini karena ada mahasiswa yang mempunyai ilmu dan keterampilan tambahan di luar bidang ilmu dan tema KKN Tematik.

 

Contoh program ini :

  • Mahasiswa dari jurusan Gizi dengan tema mari hidup sehat mengadakan kegiatan latihan kuliner
  • Mahasiswa dari jurusan Kesehatan Lingkungan dengan tema kesehatan lingkungan mengadakan kegiatan latihan kepemimpinan pemuda karang taruna.

 

Catatan:

Total waktu yang digunakan untuk melaksanakan program pokok dan pokok tambahan bagi setiap mahasiswa adalah minimal 70% untuk program pokok dan maksimal 30% untuk program tambahan (gambar 1).

 

Total waktu kerja efektif = 256 jam

Pembagian waktu kerja

Program pokok (70% x 256 jam) = 179,2 jam

Program tambahan (30% x 256 jam) = 76,8 jam

PROGRAM KERJA MHS

KKN

 

2 SKS (MIN 256 JAM)

 

 

 

 

 

PROGRAM POKOK

 

PROGRAM TAMBAHAN

(70%)

 

(30%)

 

 

 

 

Gambar 1. Skema persentase alokasi waktu pelaksanaan program kegiatan mahasiswa KKN Tematik.

 

 

F.  PENDANAAN

 

Dana yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan KKN Tematik bersumber dari DIPA KKN Tematik, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, CSR-BUMN, perusahaan swasta dan dari sumber lain yang sah. Dana tersebut dialokasikan secara maksimal dalam pelaksanaan kegiatan KKN Tematik.

 

  1. SOSIALISASI

1) Internal

 

Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang lingkup tema KKN Tematik akan dilaksanakan kepada semua pihak dilingkungan POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK. Sehubungan dengan hal itu maka PD I, PD III, semua Kajur dan semua program studi di lingkungan POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK menjadi penghubung antara Pusat Layanan KKN Tematik dengan mahasiswa.

 

 

2) Eksternal

 

Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kegiatan KKN Tematik kepada Pemda, dan instansi lain maupun stakeholder lainnya yang akan menjadi mitra kegiatan KKN Tematik agar dapat mempersiapkan pelaksanaan KKN Tematik diwilayahnya. Kerjasama ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

 

H. KERJASAMA

 

KKN Tematik hanya akan berhasil apabila ada kerjasama yang baik antar intra Poltekkes Kemenkes Pontianak maupun antara Poltekkes Kemenkes Pontianak dengan pihak Pemda maupun instansi mitra lainnya dalam dan luar negeri. Kerjasama yang harmonis akan membantu menciptakan kelancaran komunikasi dan penyelesaian permasalahan yang menjadi bidang kegiatan KKN Tematik. Kerjasama ini juga membuka jalan rintisan menuju tercapainya tujuan dan sasaran KKN Tematik sebaik-baiknya. Kerjasama diwujudkan dalam bentuk penandatanganan MoU antara Poltekkes Kemenkes Pontianak / UPPM dengan mitra kerja. Diantara MoU yang akan ditandatangi antara Poltekkes Kemenkes Pontianak dengan Mitra adalah :

 

  1. Pemerintah Daerah (Porpinsi/kabupaten/Kecamatan)
  2. Bank
  3. Institusi lain

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

TAHAPAN KEGIATAN KKN TEMATIK

 

A. PERSIAPAN

 

Tahapan persiapan KKN Tematik terdiri atas beberapa kegiatan, yaitu pengusulan tema, penjajagan lokasi dan MoU, pembuatan proposal, seminar dan pembekalan, penempatan lokasi dan konsolidasi.

 

1. Pengusulan Tema

 

Tim Pusat KKN Tematik UPPM Poltekkes Kemenkes Pontianak atau panitia melakukan identifikasi Desa yang akan menjadi target KKN Tematik.

 

  1. Tema kegiatan yang menjadi pilihan KKN Tematik dirumuskan bersama dengan  Ketua Jurusan.

 

  1. UPPM menginformasikan KKN Tematik ke Mahasiswa melalui Ketua Jurusan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak.

 

  1. Penjajagan Lokasi

    Penjajagan lokasi KKN Tematik dilakukan oleh Panitia KKN Tematik yang dibentuk dan disahkan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Pontianak.

 

  1. Pembuatan Proposal

 

Mahasiswa secara berkelompok (10 – 15 mahasiswa) dibimbing oleh 2 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Jurusannya menyusun proposal KKN Tematik sesuai dengan format proposal yang ditetapkan UPPM (Lampiran 6).

 

 

  1. Masing-masing Kelompok Mahasiswa di setiap Jurusan harus mempresentasikan proposal kegiatannya di Jurusan selanjutnya di Evaluasi oleh Ti m Review masing-masing Jurusan dan ditetapkan satu proposal pemenang.
  2. Proposal yang masuk ke UPPM sebanyak 6 proposal dari 6 Jurusan, dan akan menjadi 6 program yang akan dilaksanakan di KKN Tematik.
  3. Proposal mengandung rencana kegiatan yang memuat : a) Nama program dan kegiatan, b) Bahan, c) Volume dan waktu, dan d) Sumber dana.

 

3. Seminar dan Pembekalan

 

Mahasiswa peserta KKN Tematik wajib mengikuti seminar dan pembekalan materi KKN Tematik yang memiliki bobot 1 sks.

 

  1. Mahasiswa wajib mengikuti seminar dan pembekalan, jika Proposal perlu perbaikan maka segera direvisi oleh kelompok Mahasiswa dan kemudian disetujui oleh DPL dan Reviewer tetapi jika tidak ada perbaikan maka proposal diterima untuk selanjutnya ditetapkan jadwal penempatan.

 

  1. Materi pembekalan disesuaikan berdasarkan tema dan kebutuhan materi kegiatan KKN Tematik. Apabila pembekalan yang sudah dilakukan masih dianggap kurang memadai, maka pembekalan tambahan dilakukan oleh DPL.

 

  1. Penempatan Peserta KKN Tematik

 

Mahasiswa peserta KKN Tematik ditempatkan di lokasi KKN Tematik berdasar persetujuan UPPM, DPL, dan Mitra/Desa. Upacara serah terima peserta KKN Tematik  dilaksanakan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Pontianak kepada Jajaran Pemerintah Daerah (Bupati/Camat/Kepala Desa).

 

B. PELAKSANAAN

 

Pelaksanaan KKN Tematik terdiri atas beberapa kegiatan, yaitu sosialiasi program, penyusunan rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan, pembimbingan, dan penarikan mahasiswa

 

  1. Sosialisasi Program

 

  • Awal pelaksanaan KKN Tematik adalah melakukan sosialisasi program yang telah direncanakan sebelumnya kepada masyarakat.

 

  1. Pelaksanaan Kegiatan

 

  • Mahasiswa melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kegiatan perminggu yang telah disusun dan disepakati berbagai pihak melalui forum diskusi.

 

  • Mahasiswa wajib membuat log book harian, laporan mingguan dan laporan akhir

 

  1. Pembimbingan dan Penarikan Pelaksanaan KKN Tematik

 

Pembimbingan dan Penarikan Pelaksanaan KKN Tematik dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan

 

4. Pembuatan Laporan

 

Laporan pelaksanaan dimaksud sebagai sarana penyampaian informasi tentang kegiatan KKN Tematik dan pertanggungjawaban program kegiatan yang dilakukan. Laporan pelaksanaan KKN Tematik disusun secara kelompok setelah pelaksanaan kegiatan KKN Tematik selesai (format laporan sama dengan format proposal ditambah pembahasan)

 

C. PENILAIAN

 

Oleh karena KKN Tematik ditetapkan sebagai mata kuliah wajib intrakulikuler, maka penilaian terhadap mahasiswa dilakukan secara akademik. Penilaian akademik meliputi tiga ranah yaitu pengetahuan (cognitive), sikap (affective), dan keterampilan (psychomotoric). Kegiatan KKN Tematik dilakukan dalam rangkaian proses yang memiliki beberapa tahapan kegiatan, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan program, dan Laporan Pelaksanaan. Adapun komponen penilaian, bobot komponen dan nilai akhir diuraikan sebagai berikut :

 

  1. Penilai

 

Penilai terdiri dari reviewer (Penilai Seminar Proposal), dan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan)

 

  1. Komponen Penilaian

 

Komponen yang dinilai meliputi proposal, Kinerja Mahasiswa (KM), Laporan Pelaksanaan (LP)

 

  1. Penilaian Proposal

Proposal ini berisi rencana pelaksanakan kegiatan yang telah dikompetisikan dan diseminarkan serta didiskusikan dengan bersama. Penilaian dilakukan oleh DPL dan reviewer.

 

  1. Kinerja Mahasiswa (KM)

 

Komponen ini meliputi : disiplin, kerjasama, penghayatan dan pelaksanaan program. Penilaian dilakukan oleh DPL

 

  1. Disiplin (DS) yaitu

 

  1. Kepatuhan terhadap kewajiban tinggal / hadir selama jam kerja dilokasi KKN Tematik
  2. Ketepatan dalam penggunaan waktu

 

(c ) Kepatuhan terhadap tata tertib yang berlaku

 

  1. Kerjasama (KS) yaitu

 

  1. Kemampuan mengadakan kerjasama antar mahasiswa

 

  1. Kemampuan mengadakan kerjasama dengan stakeholder (pejabat, masyarakat)

 

  1. Kemampuan mengadakan kegiatan yang dihubungkan dengan bidang lain (interdisipliner)
  1. Penghayatan (PH) yaitu

 

  1. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dilokasi

 

  1. Kemampuan dalam melakukan pendekatan terhadap masyarakat dalam segala norma dan sistem nilainya

 

(c.) Kemampuan untuk tanggap terhadap permaslahan yang ada dilokasi KKN

  1. Pelaksanaan Program  (PP) yaitu

 

  1. Kemampuan atau keberhasilan memanfaatkan dan menggali potensi, mengungkap serta menyelesaikan permasalahan

 

  1. Keterampilan untuk melaksanakan program pengembangan dan pembangunan yang relevan (c.) Kemampuan mengevaluasi keberhasilan program

 

yang telah dilakukan

 

  1. Laporan Pelaksanaan (LP)

 

Laporan ini berisi pelaksanaan rencana kegiatan yang telah disusun dan dianalisis keberhasilan program yang meliputi peluang, kendala dan solusi. Penilaian dilakukan oleh DPL

 

  1. Komponen dan Bobot Penilaian

 

Komponen dan Bobot Penilaian disajikan pada tabel 2 berikut :

 

Tabel 2. Komponen , Bobot Penilaian dan penilai

 

NO

Komponen penilaian

Bobot penilaian

Penilai

1

Proposal

20 %

DPL, reviewer

2

Kinerja mahasiswa (KM) :

  • DS 10%,
  • KS 10%,
  • PH 10%,
  • PP 30%

65 %

DPL

3

Laporan pelaksanaan kegiatan

15 %

DPL, reviewer

 

 

  1. Nilai Akhir

 

Penghitungan nilai akhir mahasiswa diformatkan dalam rumus IP KKN Tematik (Rumus I) dan penentuan bobot nilai akhir menggunakan Rumus II.  

 

Rumus I

IP KKN Tematik = (Proposal x 20) + (KM x 65) + (LP x 15) 100

 

 

 

Rumus II

 

X >=80

= A

80 > X >=72

= B+

72 > X >=65

= B

65 > X >=60

= C+

 

 

 

 

 

 

 

 

60 > X >=56

= C

56 > X >=50

= D+

50 > X >=46

= D

X < 46

= E

 

 

 

BAB IV

 

EVALUASI PROGRAM KKN TEMATIK

 

Monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari suatu pelaksanaan program. Dengan monitoring dan evaluasi dapat diketahui berbagai hal kegiatan yang menyangkut perencanaan, proses pelaksanaan dan hasil yang dicapai maupun dampak yang ditimbulkan.

 

Monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari pengelolaan dan pengembangan program KKN Tematik dilakukan melalui jaringan evaluatif dalam keseluruhan pengelolaan dan upaya pengembangannya. Evaluasi perlu dilakukan pada setiap tahapan pelaksanaan KKN Tematik guna pengendalian dan pengarahan agar pencapaian tujuan tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan. Sementara evaluasi terhadap hasil serta dampak yang ditimbulkan berguna bagi penilaian program, yaitu mengenai tingkat keberhasilan yang dicapai, faktor kendala dan pendukung yang ada, efisiensi dan efektifitas program, serta pengaruh-pengaruh lain yang ditimbulkan akibat pelaksanaan program KKN Tematik.

 

A. Evaluasi Kegiatan KKN Tematik

 

Evaluasi Kegiatan KKN Tematik dilakasanakan oleh Tim Pusat Layanan KKN Tematik. Kegiatan ini dilakukan pada setiap akhir periode kegiatan KKN Tematik dan pada setiap akhir tahun akademik. Evaluasi ini meliputi hal-hal yang berhubungan dnegan pengelolaan, pelaksanaan tahapan kegiatan, termasuk penyusunan laporan dan penilaiannya. Hasil evaluasi ini dapat digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan dan dampak yang ditimbulkan baik terhadap mahasiswa maupun terhadap masyarakat, yaitu perkembangan kepribadiaan mahasiswa (personality development), pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan perkembangan kelembagaaan (institutional development) yang terkait.

 

Bahan evaluasi dapat diperoleh dari laporan tertulis sebeagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan manajerial atas semua kegiatan KKN Tematik yang telah dilakukan. Berdasarkan laporan itu, diketahui tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan KKN Tematik, kelayakan program, dan besarnya partisipasi masyarakat baik dalam bentuk pemikiran, tenaga dan dana.

 

B.  Evaluasi Keberlanjutan Program KKN Tematik

 

KKN Tematik merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan secara sinergis unsur mahasiswa, masyarakat, dan kelembagaan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pihak yang terlibat. Fungsi evaluasi pada tahap ini adalah untuk menjaga, meneruskan, dan menambah agar dampak positif tersebut dapat dikembangkan dan dilestarikan serta meminimalisir dampak negatifnya.

 

Usaha-usaha tindak lanjut dalam bentuk pembinaan terhadap semua hasil KKN Tematik yang telah dicapai perlu dilakukan pada daerah/wilayah/institusi yang pernah menjadi lokasi KKN Tematik. Masyarakat/institusi yang bersangkutan diharapkan dapat meneruskan dan mengembangkan program yang telah dirintis dan dibina bersama mahasiswa KKN Tematik.

 

Pembinaan kerjasama dengan instansi dan para pihak yang terkait perlu dilakukan agar terbina kerjasama yang sinergis dan harmonis sehingga pemberdayaan masyarakat dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Evaluasi pada tahap ini dilakukan terhadap dampak hasil kegaitan KKN Tematik melalui pertemuan-pertemuan secara periodik dengan para pihak. Evaluasi dampak meliputi sarana, prasarana, dan keluaran dari sistem proses KKN Tematik dengan memperhatikan umpan balik dari keluaran, seperti gambar 2. berikut :

 

 

           
 
 
   
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. GAMBARAN UMUM  KECAMATAN RASAU JAYA
  1. Keadaan Geografi

Kecamatan Rasau Jaya terletak pada koordinat 00 81’ Lintang Utara sampai dengan 00 17’ Lintang Selatan dan 2034’ Bujur Barat dengan 20 34’ Bujur Timur,  dengan  luas wilayah 26.165 km2, dan mempunyai 6 Desa Binaan yang terdiri dari 27 Dusun,  60 RW dan 220 RT. Secara administratif gambaran wilayah adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara

:

Kec. Sungai Raya

Sebelah Selatan

:

Kec. Kubu dan Teluk Pakedai:

Sebelah Timur

:

Kec. Sungai Raya

Sebelah Barat

:

Kec. Sungai Kakap

 

 

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalbar No.33 Tahun 1978 dan No. 107 tahun 1984, tentang Pembentukan Desa Persiapan Desa Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya Dua, Rasau Jaya Tiga, Rasau Jaya Umum dan Desa Bintang Mas tertanggal 4 April 1984 serta ditambah 1 (satu) desa pemekaran dari desa Rasau Jaya Umum yaitu Desa Pematang Tujuh maka luas Kecamatan Rasau Jaya adalah sebagai berikut :

Tabel 1.

Nama Desa Dan Luas Wilayah Di Kecamatan Rasau Jaya

 

NO

DESA

LUAS

  1.  

Rasau Jaya Umum

9.020 km2/ Ha

  1.  

Rasau Jaya Satu

1.392 km2/ Ha

  1.  

Rasau Jaya Dua

3.525 km2/ Ha

  1.  

Rasau Jaya Tiga

2.130 km2/ Ha

  1.  

Bintang Mas

6.000 km2/ Ha

  1.  

Pematang Tujuh

4.098 km2/ Ha

Jumlah

  1. km2/ Ha
 

 

Kecamatan Rasau Jaya termasuk pada wilayah pemekaran Kabupaten Kubu Raya yang sebelumnya masih termasuk pada Kabupaten Pontianak. Adapun jarak desa Rasau jaya satu dengan desa lainnya yang merupakan wilayah binaan Puskesmas Rasau Jaya adalah sebagai berikut :

 

Tabel 2.

Jarak Desa Binaan Antara Rasau Jaya 1 Dan Desa Lainnya

Di Kecamatan Rasau Jaya

  •  
  •  

Jarak tempuh (km)

  1.  

Jarak desa Rasau Jaya satu dengan desa Rasau Jaya dua         

  1.  
  1.  

Jarak desa Rasau Jaya satu dengan desa Rasau Jaya tiga         

  1.  
  1.  

Jarak desa Rasau Jaya satu dengan desa Rasau Jaya umum     

  1.  
  1.  

Jarak desa Rasau Jaya satu dengan desa Bintang mas               

  1.  
  1.  
  • k desa Rasau Jaya satu dengan desa Pematang tujuh           
  1.  
 

 

  1. Keadaan Demografi

 Jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya Tahun 2013 sebanyak 25.299 jiwa, dan sebanyak 5803 jiwa merupakan jumlah penduduk miskin (sama dengan tahun 2012). Karakteristik tempat tinggal penduduk sebagian besar tinggal di dataran rendah dan pinggir sungai/kali terutama masyarakat  di desa Rasau Jaya Umum. Sarana transportasi yang tersedia berupa jalan propinsi sepanjang ± 10 km, dan jalan kabupaten sepanjang ± 75 km, sedangkan alat transportasi umum yang banyak digunakan masyarakat berupa alat transportasi darat dan ada juga yang menggunakan alat transportasi air. Jarak tempuh puskemas dengan pemerintah kecamatan sekitar ± 1,5 km, sedangkan jarak puskesmas dengan ibu kota kabupaten sekitar ± 20 km.

Tabel 3.

Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin dan KK

Di Kecamatan Rasau Jaya

 

No

Nama Desa

Laki-laki

Perempuan

Jumlah KK

Jumlah jiwa

1

Rasau Jaya Satu

4021

4004

2060

8.025

2

Rasau Jaya Dua

2325

2211

1298

4.536

3

Rasau Jaya Tiga

2212

2214

1296

4.426

4

Rasau Jaya Umum

2827

2797

1948

5.624

5

Bintang Mas

662

626

  448

1.288

6

Pematang Tujuh

711

689

  376

1.400

 J U M L A H

12.758

12.541

    7.426

25.299

 

 

Dan Pembagian wilayah di Kecamatan Rasau Jaya terbagi atas :

Tabel 4.

Jumlah Dusun, RW dan RT tingkat desa

Di Kecamatan Rasau Jaya

 

No

Nama Desa

Dusun

RW

RT

1

Rasau Jaya Satu

6

14

65

2

Rasau Jaya Dua

5

14

40

3

Rasau Jaya Tiga

6

12

47

4

Rasau Jaya Umum

5

9

33

5

Bintang Mas

3

6

21

6

Pematang Tujuh

2

5

14

 J U M L A H

27

60

220

 

 

  1. Sarana dan Prasarana

Sarana Kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya tahun 2013 terdiri atas :

Tabel 5.

Jumlah Sarana dan prasarana Kesehatan Yang Tersedia 

Di Kecamatan Rasau Jaya

 

 

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

1

Puskesmas Pembantu

2

2

Puskesmas Keliling

0

3

Pondok Bersalin Desa

6

4

Praktek Dokter

2

5

Klinik Perawatan

4

6

Klinik Bersalin

1

7

Lain-lain

4

 

Total

19

 

 

  1. Sosial Ekonomi
    1.   Mata Pencaharian

Dilihat dari mata pencaharian ekonomi masyarakat di Rasau Jaya 34,26 % adalah sebagai Petani, baik sebagai Petani pemilik lahan, Petani penyewa, maupun Buruh tani,  adapun sisa prosentase dari 34,26  % penduduk dengan mata pencaharian sebagai  Pelajar, PNS, POLRI, TNI, Pedagang, Nelayan dan lain-lainnya adalah 65,74 % dengan rincian sebagai berikut :

 

 

 

 

 

Tabel 6.

Jumlah penduduk berdasarkan jenis pekerjaan

Di Kecamatan Rasau Jaya

   No.

Jenis Pekerjaan

Jumlah

%

1.

P e t a n i / Buruh tani

8.668

34,26

2.

Nelayan

172

0,67

3.

Peternak

191

0,75

4.

Pedagang

727

2,87

5.

PNS

454

1,79

6.

Pengrajin

135

0,53

7.

POLRI

27

0,10

8.

TNI

11

0,04

9.

Pelajar / Lain-lain

14.914

58,95

Jumlah

25.299

100

 

 

  1. Tingkat Pendidikan

Adapun tingkat pendidikan di Kecamatan Rasau Jaya dapat dilihat sebagai berikut:  

Tabel 7.

Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan

Di Kecamatan Rasau Jaya

No

Tingkat Pendidikan

2012

2013

%

1

Buta Huruf/Pra Sekolah

10.599

10.816

42,75

2

Tidak Tamat SD

5069

8.069

31,89

3

SD

5122

3.820

15,09

4

SLTP

1307

824

3,25

5

SLTA

1297

1.017

4,01

6

Sarjana Muda

450

513

2,02

7

Sarjana

240

240

0,99

Jumlah

24.084

25.299

99,95

 

 

 

 

 

 

 

Dari jumlah penduduk Kecamatan Rasau Jaya 25.299 Jiwa, hanya 14.483 Jiwa (57,24 %) yang mengenyam pendidikan dengan persentase tertinggi tamat SD (15,09 %). Adapun jumlah sarana tingkat pendidikan yang ada, dapat dilihat pada tabel berikut

 

 

Tabel 8.

Jumlah Sarana tingkat Pendidikan Yang Ada

Di Kecamatan Rasau Jaya

No

Jenis Pendidikan

Lokasi

Jlh

RJ.1

RJ.2

RJ.3

RJU

BTM

PM.7

1

TK / PAUD

7

3

3

3

1

1

18

2

SD / MI / Muh

5

3

3

3

2

1

17

3

SLTPN

1

1

0

1

0

0

3

4

MTs.N / Swasta

1

0

2

0

0

1

4

5

Perguruan Tinggi

0

0

0

0

0

0

0

6

Pondok Pesantren

2

0

0

0

0

0

2

7

SLB

1

0

0

0

0

0

1

 

 

  1. Lingkungan Fisik

           Dari keadaan lingkungan fisik ada beberapa aspek yang menjadi indikator-indikator suatu lingkungan fisik dapat dikatagorikan baik/sehat, yaitu diantaranya keadaan rumah tempat  tinggal penduduk,  sarana air bersih/minum, ketersediaan jamban  keluarga,  TPM, TP2 Pestisida serta sarana-sarana tempat-tempat umum (TTU).

Dari beberapa aspek tersebut dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut :

  1. Perumahan / keadaan rumah tempat tinggal.

Dilihat dari keadaan perumahan di Kecamatan Rasau Jaya masih ada perumahan yang belum memenuhi syarat kesehatan. Dari jumlah KK yang ada di Kecamatan Rasau Jaya sebanyak 7.426 KK ada 5.498 rumah dan dari 2.995 rumah yang diperiksa kesehatannya yang belum memenuhi syarat kesehatan ada 1.178 buah rumah (39%), hal ini disebabkan adanya bentuk rumah yang tradisional (kurangnya  pencahayaan  dan  besarnya jumlah penghuni/keluarga ), letak di daerah pesisir (daerah aliran sungai), lingkungan pasar, ladang berpindah dan pemeliharaan hewan ternak di pekarangan rumah sehingga dapat menimbulkan permasalahan perumahan. Keadaan rumah tempat tinggal yang sehat dapat dilihat pada diagram berikut :

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Sarana Air Bersih ( SAB )

Sarana  Air  Bersih yang  digunakan  masyarakat  di  Kecamatan  Rasau  Jaya,   hanya menggunakan PAH (gentong, tempayan dan fiber glas) dan sumur gali. Penggunaan air bersih seperti PAH/air hujan sebenarnya sudah mencukupi namun permasalahannya    terdapat pada   cara    mengolahnya   yang   tidak   Hygiene/sehat sehingga tidak memenuhi syarat kesehatan dan sangat berpenggaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat. Untuk akses air bersih di Kecamatan Rasau Jaya dapat dilihat pada diagram berikut :

 

 

 

 

 

 

  1. Jamban Keluarga ( Jaga )

Dari jumlah kepala keluarga yang ada 7.426 kk dan dari 3924 kk yang diperiksa masih ada KK yang belum mempunyai Jaga yaitu 1461 kk, hal ini menunjukan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Jaga sudah cukup baik. Dari jumlah kk yang mempunyai Jaga diperiksa sebanyak 2463 kk, masih banyak yang belum memenuhi syarat kesehatan yaitu 685 kk, serta masih ada masyarakat yang berperilaku membuang air besar (BAB) di daerah aliran sungai (DAS) sehingga menimbulkan penyakit kulit dan diare.  Keadaan  Jaga  yang  ada di  wilayah  binaan Puskesmas Rasau Jaya dapat dilihat pada diagram berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Tempat Pengolahan Makanan / Minuman ( TPM )

Jumlah sarana  TPM  yang  ada  sekitar  71  TPM  sudah  terdaftar  di  Puskesmas Rasau Jaya. Dari 59 TPM yang diperiksa yang memenuhi syarat sebanyak 48 TPM  ( 81,356 % ), sedangkan sisanya masih belum memenuhi syarat kesehatan dipandang dari segi penyajian, pengolahan makanan yang masih tradisional, alat serta tenaga pengolah makanan atau penjual yang tidak memenuhi syarat. Keadaan  TPM  yang  ada di  Wilayah  binaan Puskesmas Rasau Jaya dapat dilihat pada diagram berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Tolok ukur keberhasilan Program di Puskesmas dapat dilihat dari pencapaian kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya, ada 3 aspek yang sangat mempengaruhi hal tersebut dan perlu mendapat perhatian, yaitu :

1. Angka Kematian

Meliputi AKB (Angka Kematian Bayi), AKI (Angka Kematian Ibu) dan KLL (Angka Kematian Akibat Kecelakaan Lalu Lintas).  Angka kematian diwilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

Tabel 9.

Jumlah angka kematian tahun 2013

Di Kecamatan Rasau Jaya

No

Akibat Kematian

Jumlah

Keterangan

1.

Kematian Bayi

0

Tidak ada

2.

Kematian Ibu

0

Tidak ada

3.

Kecelakaan Lalu lintas

2

-

4.

Sakit dll

74

 

Jumlah

76

-

 

            

Dari gambaran diatas menunjukkan bahwa angka kematian penduduk di Rasau Jaya tahun 2013 berjumlah 76 jiwa dari jumlah penduduk 25.299 jiwa, atau sekitar  0,3 % dari jumlah penduduk yang ada dengan Usia Harapan Hidup 66,34 tahun (KKR)

2. Angka kesakitan

Angka Kesakitan dapat dilihat pada daftar 10 (Sepuluh) besar penyakit     ( hal.18). Adapun gambaran Angka kesakitan yang ada diwilayah Puskesmas Rasau Jaya dalam satu tahun  adalah 14119 kasus, dengan angka tertinggi pada ISPA pada bulan Juni sebanyak 386 kasus dan frekwensi terendah pada Hipertensi pada bulan Februari dengan 14 kasus.

  1. ISPA /  Infeksi Saluran Pernafasan Akut

Penyakit ISPA menempati urutan teratas dengan jumlah penderita 2.846 kasus  (32,47 %).  Dari 32,47 %  penderita tersebut yang terbanyak dari golongan umur  5 - 19 tahun, dengan jumlah penderita 990 (34,78%) dengan jumlah kunjungan terbanyak pada bulan juni sebanyak 386 kasus / kunjungan, seperti terlihat pada diagram berikut :

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2)    Penyakit Lainnya

Adapun penderita penyakit Lainnya sebanyak 1338 kasus (15,26 %). Dari 15,26 % penderita penyakit lainnya tersebut yang terbanyak dari golongan umur 20 - 44 tahun, dengan jumlah penderita 384  (28,69 %), dengan jumlah kunjungan terbanyak pada bulan september sebanyak 192 kasus, seperti terlihat pada diagram berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Gastritis

Penderita Penyakit Gastritis sebanyak 933 kasus (10,64%), dari 10,64 % tersebut yang terbanyak dari golongan umur 20-44 tahun, dengan jumlah penderita sebanyak 426 (45,65%), dengan jumlah kunjungan terbanyak pada bulan Juli sebanyak 101 kasus/ kunjungan, seperti terlihat pada diagram berikut:

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4)   Penyakit Gingivitis & Penyakit. Periodental.

Adapun penderita penyakit ini sebanyak 738 kasus (8,42 %), dari 8,42 % penderita yang terbanyak dari golongan umur 20-44 tahun dengan jumlah penderita sebanyak 400 (54,20 %), dengan jumlah kunjungan terbanyak pada bulan April sebanyak 101 kasus/ kunjungan, seperti terlihat pada diagram berikut :

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 5)  Hypertensi

Penderita penyakit Hypertensi ini sebanyak 558 kasus  (6,36 %), dari 6,36 % tersebut yang terbanyak dari golongan umur >45 tahun, dengan jumlah penderita sebanyak 452 (81,04 %), dengan  jumlah  kunjungan  terbanyak  pada  bulan  September  sebanyak 79 kasus/kunjungan seperti terlihat pada diagram berikut:

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

6)  Diare.

Penderita penyakit ini sebanyak 547 kasus (6,24 %). Dari 6,24 % penderita penyakit ini yang terbanyak dari golongan umur 1-4 tahun, dengan jumlah penderita 176 (32,17 %), dengan jumlah kunjungan terbanyak pada bulan Juni sebanyak 69 kasus, seperti terlihat pada diagram berikut :

 

 

 

 

 

 

 

7)   Penyakit Pada Otot & Jaringan Pengikat

Penderita Penyakit ini sebanyak 510 kasus (5,81 %), dari 5,81% tersebut yang terbanyak dari golongan umur > 45 tahun, dengan jumlah penderita sebanyak 352 kasus (69,02 %), dengan jumlah kunjungan terbanyak pada bulan Mei sebanyak 56 kasus/kunjungan, seperti terlihat pada diagram berikut :

 

 

 

 

 

8) Penyakit Kulit Infeksi

Adapun Penderita Penyakit ini sebanyak 493 kasus (5,62 %), dari 5,62 % tersebut yang terbanyak dari golongan umur 5 - 19 tahun, dengan jumlah penderita sebanyak 162 kasus  (32,86 %), dengan jumlah kunjungan terbanyak pada bulan Mei sebanyak 75 kasus/kunjungan, seperti terlihat pada diagram berikut:

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Status Gizi Masyarakat

Status Gizi masyarakat wilayah binaan Puskesmas Rasau Jaya dapat dilihat pada daftar tabel lampiran 47 – 48. Status gizi masyarakat dapat dilihat dari :

  1. Keluarga miskin
  2. Pendapatan kepala keluarga
  3. Ketersediaan bahan pangan di rumah tangga
  4. Infeksi penyakit menular
  5. Pendidikan rendah
  6. Pengetahuan gizi kurang
  7. Pola asuh yang kurang baik
  8. Jumlah anak yang terlalu banyak
  9. Keharmonisan rumah tangga yang kurang baik

 

Status gizi keluarga juga dipengaruhi oleh alasan kemiskina/keadaan kehidupan didalam rumah tangga tersebut, ditambah lagi dengan pekerjaan kepala keluarga yang tidak menetap. Tentunya untuk mencukupi kebutuhan keluarga tersebut seperti kebutuhan primer, skunder serta tersier tidak dapat tercukupi. Semua itu mempunyai keterkaitanyang cukup eratdengan status gizi keluarga. Apabila hal-hal tersebut tidak dapat tertanggulangi misal seperti membuka/ menentukan usaha atau tempat kerja yang layak akan mengakibatkan banyaknya anak bayi dan balita yang menderita gizi kurang bahkan gizi buruk, Bumil Anemia, serta Bumil KEK. Untuk itu pemerintah berupaya memberikan bantuan berupa :

  1. Pemberian MP-ASI

Pemberian MP-ASI di Kabupaten Kubu Raya pada khususnya di Puskesmas         Rasau Jaya adalah program lanjutan dari program tahun yang lalu, yang diberikan kepada anak bayi dan balita yang mengalami gizi kurang (terhambat pertumbuhannya). Pada tahun 2013 terdapat 4 orang balita gizi buruk atau 0,2 % dan 5 orang balita gizi kurang atau 0,25% dari jumlah balita yang ada yaitu 1993 balita.

2.     Pemberian Kapsul Vitamin A.

Untuk program pemberian kapsul Vitamin-A dosis tinggi dalam rangka untuk menyehatkan mata bayi dan balita maka pada bulan Pebruari dan Agustus diberikan kapsul Vitamin A Dosis tinggi, dimana pada bulan Pebruari tahun 2013 pemberian Vitamin A pada Bayi mencapai 480 bayi atau 93,8 % dan pada Balita sebanyak 1917 balita atau 96,2 %. Sedangkan pada bulan Agustus pemberian Vitamin A pada bayi sebanyak 494 bayi atau 96,5 % dan pada anak balita mencapai 1947 balita atau 97,7 % .

3.     PMT Penyuluhan

Pada tahun 2013 PMT Penyuluhan di Posyandu diberikan / diperoleh dari anggaran APBD ditambah dengan swadaya masyarakat yang dilaksanakan oleh kader posyandu. Akan tetapi belum semua posyandu memperoleh bantuan mengingat terbatasnya dana yang ada. Adapun cara pelaksanaan  dilapangan adalah dengan mengolah  bahan-bahan makanan yang ada diwilayah setempat (bahan lokal) yang mengandung zat gizi masih alami (bukan bahan makanan yang berasal dari pabrik) yang tidak mengandung pengawet dan aman buat kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan berat badan anak balita yang mengalami kekurangan berat badan. Namun apabila anak tersebut terkena penyakit seperti TBC, kecacingan, anemia dan sebagainya tentunya nafsu makan anak akan berkurang bahkan apabila tidak dapat ditemukan solusinya dan tidak diobati ditambah pola asuh yang kurang baik maka tidak dapat dipungkiri lagi anak tersebut akan mengalami gizi buruk. 

 Dari hasil kerja petugas Gizi Puskesmas Rasau Jaya selama tahun 2013 dapat disimpulkan bahwa masalah yang menjadi perhatian antara lain adalah :

    1. Cakupan Distribusi Vitamin A          :  96 %

    2. Cakupan D/S                                  :  38,5 %

    3. Cakupan K/S                                  :  89,5 %

    4. BGM / D                                        :  0,3 %

    5. Jumlah Gizi Buruk                           :  4 orang

    6. Bayi 0-6 bulan mendapat ASI Eklusif : 36,7 %

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Text Box: LAMPIRAN II</p>
<p> 

 

FORMAT LAPORAN KEGIATAN INDIVIDU

 

Nama       : ……………………………………………………………………………

Jurusan    : ……………………………………………………………………………

Dusun      : ……………………………………………………………………………

Hari ke     : ……………………………………………………………………………

 

  1. Nama Kegiatan

 

  1. Jenis Program

      (pilih salah satu)

a. Program Pokok

b. Program Pokok Tambahan

c. Program Bantu

  1. Sifat Kegiatan

     (pilih salah satu)

a. Monodisiplin    

b. Interdisiplin

  1. Tempat Kegiatan

 

  1. Waktu Kegiatan

 

  1. Tujuan Kegiatan

 

 

  1. Sasaran Kegiatan

 

  1. Jumlah sasaran

 

  1. Hasil Kegiatan

 

 

 

  1. Masalah dalam kegiatan

 

 

 

  1. Evaluasi Kegiatan

(penilaian subyektif)

a. Berhasil  

b. Agak Berhasil 

c. Kurang berhasil

 

………………………….., ………….2015

Pembuat Laporan,

 

 

………………………………………………..

REKAPITULASI KEGIATAN INDIVIDU

 

Nama       : ……………………………………………………………………………

Jurusan    : ……………………………………………………………………………

Dusun      : ……………………………………………………………………………

 

Hari ke

Nama Kegiatan

Frekwensi

Sasaran Kegiatan

Jumlah Sasaran

1

       

2

       

3

       

4

       

5

       

6

       

7

       

8

       

9

       

10

       

 

*Keterangan: Satu hari bisa lebih dari satu kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FORMAT LAPORAN KELOMPOK

 

Bab I Pendahuluan

Bab II Gambaran Dusun

Bab III Hasil Kegiatan

 

  1. Nama Kegiatan                      : ………………….
  2. Tujuan                                    : ………………….
  3. Sasaran                                  : ………………….
  4. Sifat                                        :  Mono/Inter disiplin
  5. Waktu                                    : Tanggal     : ………………...

Mulai jam : ………………………. Selesai jam: …………………

  1. Tahapan Kegiatan :
    1. …………………………..
    2. …………………………..
    3. …………………………..
  2. Hasil yang diharapkan
  3. Evaluasi

 

Keterangan: Masing-masing kegiatan diuraikan dengan format yang sama

 

Bab IV Penutup

 

Lampiran:

  • Peta wilayah
  • dokumentasi
  • Rekapitulasi  Kegiatan dengan format sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

REKAPITULASI KEGIATAN KELOMPOK

 

Dusun   : ……………………………………………………

 

Hari ke

Nama Kegiatan

Frekwensi

Sasaran Kegiatan

Jumlah Sasaran

1

       

2

       

3

       

4

       

5

       

6

       

7

       

8

       

9

       

10

       

 

*Keterangan: Satu hari bisa lebih dari satu kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Text Box: LAMPIRAN III</p>
<p> 

 

 

 

DAFTAR NAMA DESA DAN DUSUN

SE-KECAMATAN RASAU JAYA

KKN TEMATIK 2015 POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

 

CAMAT : SUHARTONO (NO HP : 081345403520)

NO

NAMA KA.DESA

 

NAMA KA.DUSUN

  1.  

RASAU JAYA UMUM :

Razali

(HP : 085252540808)

1.

DUSUN RASAU UTAMA :

M.H  Taridi (HP : 081345766205)

 

 

2.

DUSUN RASAU KARYA :

Jali Suseno (HP : 0813454194231)

3.

DUSUN RASAU KOTA :

Buantono (HP : 082150012507)

4.

DUSUN RASAU KAPUAS

Edy sapri (HP : 081352228461)

5.

DUSUN RASAU TANJUNG

Ali basri (HP : 082148293076)

2

RASAU JAYA I :

Sumanto, ST

(HP : 081345942111)

  1.  

DUSUN SUKA DAMAI :

Ngadiat 081352163341)

 

 

  1.  

DUSUN SUKA BAKTI :

Drs. Sugeng  081345715950)

  1.  

DUSUN REJO AGUNG :

Basuki Rahmat 082159386712)

  1.  

DUSUN PURWODADI :

A.H. Suwarno 081345620640)

5.

DUSUN KEBUN JERUK :

Nur Wahid 082148291416)

  1.  

DUSUN BINA KARYA :

Sandi Rejo 081522925972)

3

RASAU JAYA II :

Darsono

(HP : 082150358391)

  1.  

DUSUN BANJAR SARI

Sunardi -

 

 

  1.  

DUSUN BANJAR REJO

Kusno (085252425515)

  1.  

DUSUN BANJAR TENGAH

Karma’in (085386069464)

  1.  

DUSUN BANJAR LAUT

Poniman (082150007864)

  1.  

DUSUN TANJUNG WANGI

Hadi Prayitno (085345545051)

4

RASAU JAYA III :

Iin Sumirat

(HP : 081256601136)

  1.  

DUSUN SANGKAR MAS

Uripin -

 

 

  1.  

DUSUN SUMBER MAKMUR

Slamet HP : (085349500202)

  1.  

DUSUN MANUNGGAL KARSO

Eko BP -

  1.  

DUSUN MAJU JAYA

Seratin -

  1.  

DUSUN MERGOSARI

Maksum -

  1.  

DUSUN SUKA DAMAI

Wasnianto : (082152522229)

5

BINTANG MAS :

Murtam (HP : 081256339175)

  1.  

DUSUN SIDO MULYO

Radiman (085252152725)

 

 

  1.  

DUSUN MULYO REJO

Samaji (081256500012)

  1.  

DUSUN MEKAR JAYA

Mat Sah (081345374885)

6

PEMATANG TUJUH :

Surjana (HP : 081345512353)

  1.  

DUSUN SUKA DAMAI

Muhlis (085753464370)

 

 

  1.  

DUSUN SEPAKAT MAJU

Abdul Latip (081345322111)

 

 

 

 

 

 

 

 



Main menu 2

by Dr. Radut